Beranda Nasional TNI/Polri Gelar Persiapan Penerimaan Wisatawan Mancanegara di Bali

TNI/Polri Gelar Persiapan Penerimaan Wisatawan Mancanegara di Bali

45
0

Lintaspost.com, Nasional – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel gelar pasukan guna kesiapan penerimaan wisatawan mancanegara (Wisman) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Listyo memberikan arahan khusus.

Sebelum memimpin Apel pasukan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto dan Kapolri Jenderal Pol mengecek langsung lokasi hotel yang akan dijadikan tempat karantina wisman.

Panglima TNI dan Kapolri juga melihat alur atau proses penerimaan turis asing ketika hendak berlibur ke Pulau Dewata.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pengamanan dan penegakan protokol kesehatan dalam rangka penerimaan wisatawan mancanegara di Bali, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana,” ujar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam amanatnya, Sabtu (23/10/2021).

Pembukaan pintu Internasional telah diatur di dalam Keputusan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021. Di antaranya proses karantina untuk Wisman dilakukan selama 5X24 jam atau 5 hari sejak kedatangan.

Lanjut Kapolri mengatakan, kepada seluruh personel TNI-Polri untuk memastikan seluruh persyaratan dan protokol kesehatan (prokes) terhadap kedatangan wisman dijalankan sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Dalam penerimaan turis asing, kata Sigit, personel TNI dan Polri harus bekerja sama dan bersinergi agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Apabila prosedur penerimaan Wisman kecolongan atau tidak sesuai SOP, Sigit menjelaskan, hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan lonjakan laju pertumbuhan virus corona dan adanya ancaman transmisi varian Covid-19 dari luar negeri. Sehingga, tak hanya warga Bali yang terdampak, melainkan seluruh masyarakat Indonesia akan dirugikan.

“Integritas dan kerja sama antar Satgas yang ada di dalamnya betul-betul solid. Rekan-rekan adalah gerbang terakhir penanganan Covid-19 kalau kecolongan angka akan naik. Sebagai gerbang terakhir tolong disiplin, integritas, kerja sama baik dipertahankan agar kita bisa menjaga sesuai SOP yang ada dan benar,” ujar Sigit menegaskan kepada seluruh pasukan Apel.

Lebih lanjut mantan Kapolsek Tambora ini mengatakan, dibukanya pintu Wisman ke Bali merupakan wujud dari salah satu kerja keras dari Pemerintah bersama masyarakat, dalam melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19.

Dengan penurunan kasus harian hal itu akan dibarengi dengan diturunkannya level PPKM. Sehingga, aktivitas masyarakat secara perlahan akan dibuka atau kembali normal dengan tetap menerapkan prokes yang kuat.

Dibukanya penerimaan Wisman ini, Sigit menjelaskan, juga upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya Bali, wilayah tersebut sangat terdampak karena sektor pariwisatanya terhenti akibat Pandemi Covid-19.

“Ini merupakan tindak lanjut dari upaya kerja keras dari seluruh tim yang tergabung dalam upaya menekan laju pertumbuhan Covid-19, sehingga saat ini laju Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan. Pemerintah melakukan evaluasi termasuk persiapan kita dalam memberikan kesempatan membuka lagi Bandara Internasional untuk menerima kedatangan turis,” jelas eks mantan Kapolsek Tambora ini.

Setelah mengecek alur penerimaan, Sigit mengungkapkan, TNI-Polri harus memastikan Wisman itu dilakukan pengecekan soal vaksinasi, kemudian surat test RT-PCR dan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan turis itu negatif dari Covid-19, hingga menuju lokasi karantina yang disiapkan.

“Secara umum persiapan cukup baik. Namun demikian ada perbaikan maupun koreksi serta evaluasi untuk memastikan semua yang dilaporkan dan kita kunjungi berjalan dengan baik. Khususnya beberapa tempat yang menjadi perhatian bersama di area yang digunakan untuk menunggu. Proses PCR satu jam tolong seluruh satgas yang tergabung tolong pak Gubernur di cek ulang. Kita memastikan tes PCR sesuai apa yang diharapkan,” jelas Sigit.

Lalu, Sigit juga mengatakan, soal kesiapan di hotel lokasi karantina. Orang nomor satu di Polri ini sangat menekankan agar lima hari proses karantina dilakukan sesuai aturan.

Lanjut Sigit, juga memberikan solusi untuk menyiapkan kegiatan yang membuat Wisman tidak mengalami rasa bosan selama menjalani isolasi.

“Kemudian terkait dengan wilayah digunakan untuk karantina, pastikan bahwa masyarakat ataupun wisatawan yang berkunjung melaksanakan aturan yang ada terkait dengan ketentuan 5 hari. Dan ini menimbulkan kejenuhan dan harus dipikirkan bagaimana di area yang dipakai karantina ada beberapa kegiatan yang tentunya bisa diberikan untuk hilangkan kejenuhan,” papar Sigit.

Lebih lanjut Kapolri Jenderal Pol Sigit mengatakan, kesiapan penerimaan Wisman di Bali ini bisa berjalan dengan baik.

“Mengingat, Pulau Dewata juga akan menyelenggarakan beberapa event Internasional ke depannya. Sehingga, harus dibuktikan bahwa Indonesia mampu menjalankan agenda nasional atau internasional dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan,” kata Sigit.

Menurut Kapolri, Indonesia telah membuktikan ke mata dunia bahwa kedua hal itu mampu dilaksanakan. Hal tersebut tercermin dalam penyelenggaraan PON ke-XX di Papua, yang berjalan aman dan tidak adanya lonjakan kasus aktif virus corona.

“Oleh karena itu pentingnya dievaluasi terkait perkembangan dari negara dimana turis tersebut akan datang. Sehingga kemudian kita akan menjadi lebih siap dan di dalam pengecekan akan lebih hati-hati. Ada risiko yang kita hadapi apabila kita kendor dan lalai,” tutup Kapolri Jenderal Pol L Sigit P.

(Alex)

Facebook Comments Box