Beranda Pendidikan International Joint Lecture Series IIB Darmajaya–NTVU Tiongkok Bicara Budikdamber, Big Data Hingga...

International Joint Lecture Series IIB Darmajaya–NTVU Tiongkok Bicara Budikdamber, Big Data Hingga Algoritma Genetika

380
0

Lintaspost.com, BANDARLAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar International Joint Lecture Series dengan Nantong Vocational University (NTVU) Tiongkok secara virtual pada, Kamis (23/12/2021).

International Joint Lecture Series kali ini tiga dosen menjadi pembicara yaitu dua dosen IIB Darmajaya Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.Eng.Sc., dengan topik “Integrating Cultivation and IT Skills to Initiate Economic Autonomy In Orphanage”.

Kemudian, Anggi Andriyadi, S.Kom., M.T.I. menyampaikan topik “Learning Artificial Intellegence with Genetic Algorithm” dan Dosen NTVU Tiongkok, Mr Zhu Min menjelaskan NLP in Big Data Era.

Rahmalia Syahputri mengangkat topik Mengintegrasikan Budidaya dan IT Skill untuk Memulai Otonomi Ekonomi di Panti Asuhan. Kegiatan itu bagian dari hibah yang didanai oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Dirjend Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021.

“Di tengah situasi pandemi yang melanda negeri mengakibatkan beberapa aspek kehidupan menjadi terimbas. Tak terkecuali juga di panti asuhan yang selama ini mengandalkan dermawan ataupun pendonor dalam operasional harus dapat mandiri,” ungkapnya.

Menurut dia, dia dan beberapa rekan dosen memberdayakan dan memberikan pelatihan kepada anak-anak panti asuhan dalam budi daya ikan lele dalam ember (Budikdamber). “Kami juga memberikan pelatihan penghitungan keuangan untuk pemahaman dalam hasil panen lele hingga pembuatan video promosi di media sosial,” ucapnya.

Rahmalia–biasa dia disapa–menuturkan anak-anak panti sangat antusias dengan pemberdayaan yang dilakukan. “Panti asuhan bukan hanya sekedar tempat berteduh, tetapi rumah dan keluarga bagi anak-anak miskin dan terlantar. Ini memberi mereka tempat untuk tumbuh dan mendapatkan kesempatan yang memadai agar berkembang, dan menjadi bagian dari generasi penerus bangsa yang cemerlang,” tuturnya.

Sementara, Mr Zhu Min mengatakan NLP merupakan kebutuhan perusahaan ataupun institusi berkembang kedepannya. “Saat ini belum begitu banyak yang melakukan, tapi sudah dilakukan perusahaan besar untuk pemanfaatan NLP dalam Big Data,” ucapnya.

NLP, lanjut dia, merupakan bentuk dari kecerdasan buatan untuk membantu mesin dalam membaca teks dan lainnya. “Karena setiap perusahaan akan menyimpan semua data yang telah direkam oleh NLP dalam sebuah penyimpanan besar yang disebut Big Data,” ujarnya.

Zhu Min melanjutkan dengan pemanfaatan NLP dalam Big Data juga memudahkan perusahaan ataupun lembaga untuk melakukan analisis data yang berguna untuk perkembangan perusahaan atau lembaganya. “Begitu dalam bisnis sangat menentukan kebijakan hingga promosi yang dapat dilakukan untuk menambah penjualannya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggi Andriyadi menjelaskan algoritma genetika adalah salah satu algoritma cabang keilmuan dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Algoritma ini meniru mekanisme evolusi makhluk hidup dalam beradaptasi untuk bertahan hidup.

“Tentang teori evolusi dan dasar perkenalan bagaimana algoritma genetika bekerja, untuk memecahkan masalah sehari-hari yang sering dihadapi manusia. Seperti masalah mencari rute terpendek dalam perjalanan, masalah penjadwalan, masalah distribusi, masalah pengambilan keputusan, dan lain-lain,” ucapnya.

Nantinya, lanjut dia, algoritma genetika ini akan mereproduksi dari banyak kemungkinan solusi yang diberikan, untuk menghasilkan solusi terbaik. “Hal ini sama dengan teori evolusi, ketika kita mengawinkan kucing ras X dengan kucing ras Y, maka akan menghasilkan kucing ras Z yang lebih baik dari induknya,” bebernya.

Dosen Sistem Informasi IIB Darmajaya ini menuturkan algoritma genetika bekerja dengan adanya masalah. Kemungkinan solusinya ada 2 misalnya. Nanti 2 solusi itu dikawinkan lalu menghasilkan 1 solusi terbaik.
Menurut dia, algoritma genetika adalah algoritma yang unik dan flexible. Dia dapat disesuaikan untuk memecahkan masalah sehari-hari, baik masalah dengan pembatas ataupun tanpa pembatas.
“Algoritma ini bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah pencarian rute, penjadwalan, pengambilan keputusan, distribusi, dan lain-lain,” pungkasnya.

Pelaksanaan International Joint Lecture Series sebelumnya telah beberapa kali dilakukan mulai dari 16 Desember 2021 dengan dua pembicara. Kemudian dilanjutkan pada 21 Desember 2021 dengan tiga pembicara yakni dua dari IIB Darmajaya dan satu dari NTVU Tiongkok serta terakhir pada 23 Desember 2021 dengan tiga pembicara. (**)

Facebook Comments Box