Beranda Nasional Kapolri Optimis Siap Patahkan Opini ‘Hanya Ada Tiga Polisi Jujur’

Kapolri Optimis Siap Patahkan Opini ‘Hanya Ada Tiga Polisi Jujur’

196
0

Lintaspost.com, Nasional – Jenderal Listyo Sigit Prabowo selaku Kepala Polisi Republik Indonesia menanggapi humor satire dari mantan Presiden Gusdur sapaan akrab dari Abdurrahman Wahid tentang hanya ada tiga Polisi jujur yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng’ menjadi tantangan dirinya dalam memimpin Korps Bhayangkara dan membuatnya semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

Mulanya, Jendral Polisi Listyo Sigit. P mengupload soal kejujuran Halimah, petugas kebersihan Bandara Soekarno-Hatta yang menemukan cek senilai Rp35,9 M yang langsung dikembalikan. Hal tersebut mengetuk hati Sang Jendral mengingatkan dirinya bahwa betapa berharganya kejujuran dan integritas dalam bekerja dan profesinya.

Tetapi dengan adanya humor satire tentang tiga polisi jujur itu, Listyo Sigit menyayangkan seloah mendeskriditkan atau mendeligitimasi bahwa sulit untuk mencari polisi jujur dan berintegritas di Indonesia.

“Ini menjadi tantangan bagi saya untuk dapat merubah citra Polri di masyarakat,” ungkap Listyo Sigit dalam unggahan di akun Twitter resminnya @ListyoSigitP, pada Jumat (5/11/21).

Dirinya terpacu dan mengaku optimis dapat mengubah kesan sulit mencari polisi yang jujur dan berintegritas. Pasalnya, jelas Sigit, masih banyak personel Polri yang memiliki sikap teladan dan sungguh-sungguh mejalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat.

Mantan Kapolda Banten ini kemudian membeberkan personel-personel Polri yang layak dijadikan panutan karena memiliki kejujuran dan integritas serta mampu memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melebihi panggilan tugasya.

Contohnya, Aipda Muji di Balikpapan yang menemukan tas berisi uang Rp48 juta kemudian dikembalikan ke pemilik tanpa mau menerima imbalan. Aiptu Jailani di Gresik, personel yang dikenal tegas dan anti suap terhadap pelanggar Lalu Lintas.

Bigadir Suladi di Malang, Jawa Timur yang lebih memilih menjadi pengepul sampah untuk mendapat penghasilan tambahan daripada menerima suap. Lalu Bripka Ali di Yogyakarta, mendirikan rumah singgah masjid dan pesantren tahfiz Al Quran gratis untuk anak yatim dan keluarga kurang mampu, serta aktif membina pemulung dan keluarga Narapidana Terorisme. (Rmol)

Facebook Comments Box