Beranda Pendidikan Dosen IIB Darmajaya Jadi Narasumber Workshop Literasi Digital di SMAN 13 Bandarlampung

Dosen IIB Darmajaya Jadi Narasumber Workshop Literasi Digital di SMAN 13 Bandarlampung

39
0

Lintaspost.com, BANDARLAMPUNG – Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan workshop Literasi Digital Jawara Goes to School di SMAN 13 Bandarlampung, Jumat (29/10/2021). Kegiatan itu diselenggarakan JaWAra Internet Sehat Lampung bersama ICT Watch dan WhatsApp.

Dalam kegiatan yang diikuti 60 pelajar kelas XII tersebut dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan didampingi perwakilan guru SMAN 13 Bandarlampung Yuli Hariyanto, S.Pd., M.Pd.

Narasumber workshop yaitu, Ketua Prodi Magister Teknik Informatika IIB Darmajaya Dr. Sutedi, M.T.I. menyampaikan tentang Keamanan Data Pribadi. Narasumber lainnya Sekretaris LPPM IIB Darmajaya Dr. M. Said Hasibuan, M.Kom., yang menjelaskan Tips dan Trik Menghindari Berita Hoax dengan dipandu moderator Melda Agarina, S.Kom., M.T.I.

Dalam workshop, pelajar kelas XII juga melihat langsung penggunaan data pribadi yang aman pada setiap akun media sosial maupun untuk keperluan administrasi. “Gunakan kode ataupun password yang kombinasi dari angka, huruf dan tanda. Ketika melakukan browsing di mesin pencarian seperti Google ataupun Mozilla tidak mengklik sembarang pada halaman web yang sedang dibuka,” ungkap Sutedi.

Menurut dia, handphone ataupun gadget dapat menggunakan password ataupun sidik jari untuk mencegah penggunaan dari orang lain yang ingin meminjamnya. “Adik-adik harus lebih hati-hati dalam meminjamkan handphone dikarenakan platform media sosial yang ada dapat disalin data-datanya,” kata Doktor Lulusan UGM ini.

Sementara, M. Said Hasibuan menerangkan adik-adik tidak langsung menyebarkan atau mempercayai informasi yang diterima melalui grup WhatsApp ataupun lainnya. “Cek dulu kebenarannya dengan melihat kredibilitas sumber dari medianya. Bisa melakukan pengecekan melalui mesin pencarian google,” ucapnya.

Kebanyakan berita hoax, lanjut dia, mengangkat judul yang bombastis. “Cenderung hanya heboh di judul, tetapi isi berita tidak sesuai. Adik-adik juga dapat menghindari penyebaran berita dengan tidak membagikannya ke pihak lain,” tutupnya. (**)

Facebook Comments Box