Beranda Kota Metro Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Metro Menggelar Pelatihan Olahan Kopi Milenial...

Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Metro Menggelar Pelatihan Olahan Kopi Milenial (Barista)

149
0

Lintaspost.com, Kota Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian menggelar pelatihan olahan kopi milenial (Barista) dalam mendukung ekonomi kreatif bertempat di Arroz Cafe Kota Metro pada Kamis 30 /5/2024.

Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman menuturkan kepada awak media, melalui Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian mendorong atau mengangkat derajat martabat seluruh potensi yang ada disini, tuturnya.

“Terutama barista-barista dilatih ada 20 orang, ini bagian konsentrasi kota ini untuk membaca tanda tanda zaman kedepan bahwa kota ini harus betul betul siap menghadapi sebuah fenomena baru tentang konsumen.”

Dia mengatakan, perlu diingat Metro merupakan kota lintasan, oleh karena itu coba perhatikan saat pagi, siang, sore pergerakan manusia di kota ini dari berbagai daerah, tangkap itu sebagai sebuah potensi ekonomi melalu dinas koperasi UMKM melalui ibu Aisyah.

“Coba berbuat kecil tapi manfaatnya besar buat kedepan, barista-barista akan menjadi pioner kedepan untuk sebuah pendapatan ekonomi kerakyatan,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi UMKM perindustrian kota Metro Siti Aisyah mengatakan, kedepan akan melihat perkembangan zaman, generasi milenial ‘z’ ini apa yang harus kita lakukan itu yang kita ikuti,dan itu permintaan mereka, tuturnya.

“Kaum milenial ini potensinya besar sekali di kota metro ini jadi harus kita utamakan kita depankan juga.”

Dia menambahkan bahwa pelatihan itu diikuti oleh 20 peserta dari berbagai cafe, kemudian juga diikuti bukan barista namun sebagai pemula.

“Kita melihat dengan semakin ramainya pojok pojok kopi yang ada, penyajian kopi tradisional kedepannya supaya mereka lebih maju untuk generasi anak anak muda,” terangnya.

Masih menurut Siti Aisyah mengatakan, yang masih bertahan justru UMKM pada masa covid justru anak-anak muda lewat pasar-pasar secara digital, bahkan ketersediaan bahan baku yang menurut mereka harga nya meningkat melonjak tapi tidak mengurangi jumlah produksi mereka, kemudian tidak juga mengurangi pengunjung, tutupnya.(feb)

Facebook Comments Box