Beranda Nasional Penembakan Maut Dilakukan Anggota Polda Metro, Upaya Selamatkan Warga Yang Dibuntuti 3...

Penembakan Maut Dilakukan Anggota Polda Metro, Upaya Selamatkan Warga Yang Dibuntuti 3 Mobil

180
0

Lintaspost.com, Jakarta — Polda Metro Jaya mengungkap adanya peristiwa penguntitan terhadap pria berinisial O sebelum Ipda OS melepaskan tembakan. Pria O dibuntuti tiga unit mobil, tapi 2 lainnya melarikan diri.

“Kan itu sebenarnya ada tiga mobil kejadiannya, ada dua lagi lari,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Erwanda Zulpan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Lebih lanjut Zulpan menambahkan, belum menjelaskan sosok yang ada di dalam dua mobil tersebut. Apakah itu termasuk bagian dari korban atau bukan, belum ada penjelasan.

“Masih didalami,” imbuhnya.

Sebelumnya Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan penembakan yang dilakukan Ipda OS ini dilatarbelakangi adanya permintaan bantuan dari O. O merasa dirinya dibuntuti sejak di hotel di Sentul, kemudian menghubungi Ipda OS.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi saat ini, peristiwa itu dilatarbelakangi adanya laporan warga masyarakat yang merasa dirinya terancam. Kenapa terancam, karena orang tersebut, si pelapor diikuti dari mulai satu hotel di Sentul, kemudian diikuti oleh beberapa unit mobil,” terang Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Kemudian Ipda OS mengarahkan O untuk keluar dari tol melalui Exit Tol Bintaro. Niatnya, OS hendak melakukan pengamanan.

“Karena terancam orang tersebut lapor ke kepolisian, karena yang bersangkutan anggota Polri yang berdinas di sana, diarahkan menuju ke sana (depan kantor Induk PJR) supaya aman maksudnya,” katanya.

Setelah itu, terjadi keributan di lokasi. Saat itulah Ipda OS kemudian mengeluarkan tembakan.

“(Berdasarkan keterangan saksi) mendengar satu tembakan, mengakui polisi dan berdasarkan keterangan saksi itu mau ditabrak dan terjadilah tembakan dua kali yang mengenai dua korban,” jelasnya.

Sementara saat ini Ipda OS masih diperiksa di Polda Metro Jaya dengan asistensi Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Propam Polri.

Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan Ipda OS sebagai tersangka dalam kasus ini.

Korban Ngaku Wartawan

Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan mengatakan bahwa korban penembakan ini mengaku sebagai wartawan.

“Kalau korbannya ini apa… ada yang wartawan begitu ya, mengakunya ya,” ujar Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Erwanda Zulpan lagi.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan status profesi korban penembakan Ipda OS apakah benar wartawan atau tidak.

Lebih lanjut ia mengatakan, penyidik masih mendalami kasus ini. “Tapi nanti pendalamannya nanti oleh penyidiklah, ya,” pungkas Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan.

(Alex)

Facebook Comments Box