Beranda Nasional Skema Ganjil Genap di Kota Bogor, Akan Diberlakukan Mulai Jumat Lusa

Skema Ganjil Genap di Kota Bogor, Akan Diberlakukan Mulai Jumat Lusa

102
0

Lintaspost.com, Bogor–Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor pribadi melalui skema ganjil genap kembali diberlakukan di Kota Bogor pada akhir pekan pada 23 hingga 25 Juli 2021. Setelah Pemerintah memperpanjang PPKM darurat dan diubah menjadi PPKM Level 4

“Kita akan memberlakukan ganjil genap mulai Jumat, Sabtu dan Minggu. Bila efektif mengurangi mobilitas masyarakat, maka akan lanjutkan pada hari kerja,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro di Balaikota Bogor, Rabu (21/7/2021).

Dikatakan, penyekatan terkait pekerja sektor kritikal dan esensial tidak kembali diberlakukan. Namun Susatyo menjelaskan ada tim khusus akan memantau di perkantoran di wilayah Kota Bogor. Untuk memastikan program berjalan dengan baik.

“Untuk menghindari perdebatan di jalanan, dalam pelaksanaan ganjil genap. Dari melarang, kami ubah jadi mengatur agar masyarakat bersabar dan bergantian untuk belanja kebutuhan sehari-hari termasuk belanja obat-obatan dan kebutuhan lain,” kata Susatyo.

Menurutnya, aturan ganjil genap nantinya akan diberlakukan di dalam kota maupun di batas kota secara situasional selama 24 jam. Untuk titik penyekatan akan ditentukan, 2 jam sebelum ganjil genap dilaksanakan dan mempertimbangkan hasil pantauan di lapangan.

Susatyo menjelaskan, dalam pelaksanaan tersebut, tentu ada pengecualian terutama bagi para nakes, kendaraan darurat, kendaraan online, pengangkut sembako. “Kami berharap hal inj ada pengertian dari masyarakat luas dan dapat dipatuhi dalam pelaksanaannya,” jelas Susatyo.

Sementara Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, meski dalam beberapa hari terakhir ini ada tren kasus lebih baik. Namun belum masuk dalam istilah terkendali. Pemkot Bogor memberi perhatian besar terhadap ekonomi masyarakat dan ganjil genap salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid -19.

“Meski beberapa hari terakhir ada tren lebih baik, namun masih jauh dari kata terkendali. Kita fokus memastikan mobilitas tetap bisa dikendalikan, di sisi lain perekonomian warga harus dapat perhatikan,” kata Bima.(Den)

Facebook Comments Box