Lintaspost.com, Kaur – sejumlah kepala desa di kecamatan Nasal tepatnya di nasal atas, masyarakat mengharapkan kepada pemerintahan provinsi Bengkulu untuk dapat mendirikan sekolah menengah atas (SMA) sebab anak-anak di 8 desa ini saat untuk melanjutkan ke jenjang tingkat SMA jarak temponya sangat lumaian jauh untuk ke sekolah SMA di bawah, Minggu 03/04/2023.
menurut keterangan kepala desa suka jaya Muhlisin menjelaskan bahwa anak-anak kami di delapan desa ini saat sudah lulusan SMP masyarakat di desa kami lebih banyak tidak melanjutkan ke jenjang tingkat SMA di karnakan di tekan ekonomi, karna jika anak-anak di desa kami mau melanjutkan ke tingkat SMA, biaya sangat tinggi sekali ,yang pertama sekali harus di persiapkan sebuah kendaran untuk pulang pergi ke sekolah , sementara warga kami mayuritas petani, maka anak-anak kami saat sudah lulus sekolah menengah pertama (SMP) mereka kawin terlalu muda ,jelasnya
Maka Harapan kami kepada pemerintah kabupaten kaur, untuk dapat menyampaikan kepada pemerintah provinsi bengkulu kiranya dapat untuk mendirikan sekolah tingkat SMA di kecamatan Nasal bagian di atas, bila nanti di daerah Nasal atas sudah di dirikan sekolah tingkat SMA , kalau-kalau anak-anak kami sudah lulus sekolah menengah pertama terus melanjutkan ke tingkat SMA, imbuhnya
Sementara sekolah di tingkat SMP di kecamatan Nasal bagian di atas ini sudah lebih kurang sudah ada 6 SMP pendukung ,bila sekolah menengah atas sudah didirikan di daerah ini tersebut,
Begitu juga nanti pemerintah sudah merespon atas kelurahan warga di nasal atas ini, untuk lahan bangunan gedung sudah di persiapkan di perkirakan seluas 1.5 H tepatnya di desa bukit indah kecamatan Nasal kabupaten kaur provinsi Bengkulu, terang muhlisin
Lanjut muhlisin, sementara anak-anak di desa kami bila ingin melanjutkan ke sekolah menengah atas, pertama di sekolah SMK di desa pasar baru ,sudah itu di SMA kecamatan maje , sementara jarak sekolah itu tersebut dengan daerah kami sangat lumaian jauh, bila ingin berjalan kaki , sementara para anak-anak di daerah kami lebih banyak tidak memiliki kendaraan dari pada sudah ada kendaran, sementara itu warga kami ekonomi masih terbatas ,pungkas muhlisin







