Beranda Kota Metro Pemerintah kota Metro Gelar Rapat Evaluasi Covid-19

Pemerintah kota Metro Gelar Rapat Evaluasi Covid-19

288
0

Lintaspost.com – Rapat Evaluasi Covid Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 (Satu) Mengoptimalkan Kelurahan Tangguh Nusantara Dalam Rangka Pengendalian Covid-19. Kegiatan rapat ini dilaksanakan di ruang Guest House Rumah Dinas Walikota, Selasa (04/10/2022).

Rapat yang di pimpin oleh Asisten II Kota Metro Yeri Ehwan ini membahas tentang Pemerintah Indonesia yang kembali memperpanjang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali dan Luar jawa Bali guna menekan laju penularan virus Corona (COVID-19). Inmendagri PPKM akan berlaku mulai 4 Oktober sampai dengan 7 November 2022. Selama PPKM satu bulan ke depan, seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali maupun Luar Jawa Bali berada pada Level 1. Hal ini tertuang dalam Inmendagri No. 45 tahun 2022 dan Inmendagri 46 tahun 2022 yang ditekankan oleh Mendagri Tito Karnavian pada 3 Oktober 2022.

Asisten II Yeri Ehwan menyatakan bahwa PPKM diperpanjang salah satu alasannya karena masih rendahnya capaian vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster. Yeri menghimbau kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster agar segera melakukan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna meningkatkan kekebalan atau antibody tubuh terhadap paparan Covid-19.

Menurut Laporan Perwakilan Dinas Kesehatan juga melaporkan hasil monitoring yang telah dilakukan bahwa 15 Kabupaten di Lampung memasuki level 1, baik Kota Metro dan daerah lainnya,

“Metro memilik 3621 kasus, sedangkan provinsi lampung memiliki 74502 kasus.
Tingkat kasus di Kota Metro dapat ditangani sebanyak 5,5% dan provinsi 5,6%. Kasus Covid di Kota Metro menangani kasus kesembuhan 99,4%, Provinsi Lampung 94,3% dan nasional 96,2%. sedangkan Kasus aktif covid keseluruhan di Kota mencapai 0.01%, Provinsi 0.02%, dan nasional 0.017%. Tidak hanya itu saja laporannya pencapaian imunisasi khusus booster pada masyarakat umum mencapai 35,11%, dan mendapatkan rangking 5,” laporannya.

Berdasarkan laporan diatas, kita berharap vaksinasi booster ini kedepannya agar lebih maksimal lagi.

Semua aparatur, dan pemerintah daearah agar dapat memaksimalkan vaksinasi tahap 3 dan 4.

Yeri juga mengatakan “kendati seluruh 15 Kabupaten yang ada di Lampung berada pada Level 1 tapi kewaspadaan dalam pengawasan dan pengendalian Covid-19 mulai dari Level desa/Kelurahan sampai tingkat Kabupaten/Kota tetap harus dilakukan supaya kesiapsiagaan menjaga aktivitas yang aman tetap bisa terjaga. PPKM adalah salah satu bentuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan itu” kata Yeri.

Yeri mengatakan kasus Covid-19 sudah terkendali dalam beberapa bulan terahir, namun kondisi itu juga dibarengi dengan aktivitas masyarakat yang mulai normal seperti sebelum pandemi. Ia mengingatkan bahwa kenaikan kasus dapat saja terjadi kapan saja.

“Kami terus menyampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah baik dari Pemerintah, Forkompimda, TNI/Polri, ataupun para pemangku kepentingan lainnya untuk terus menjalin kerjasama baik dalam penegakan protokol kesehatan untuk menjaga kondisi pandemi yang semakin membaik,” ujar Yeri.

Yeri meminta para Lurah dan Camat untuk terus melakukan dukungan percepatan pelaksanaan booster, serta tetap menjaga prokes pada tempat tempat tertentu sebagai wujud pencegahan.

“Oleh karena itu vaksinasi booster harus terus dipercepat begitu pula dengan pemakaian aplikasi PeduliLindungi harus terus dilakukan sebagai salah satu upaya melakukan tracing,” tuntasnya. (rilis/feb)

Facebook Comments Box