Beranda Lampung Selatan Pembangunan Jembatan di Desa Pematang di Tenggarai Faktor Alam dan Cuaca Buruk

Pembangunan Jembatan di Desa Pematang di Tenggarai Faktor Alam dan Cuaca Buruk

556
0

Lintaspost.com – Kalianda Lampung Selatan warga Desa Pematang Kecamatan Kalianda Lampung Selatan, kembali senyum lebar saat melihat pengerjaan jembatan yang tengah di kerjakan oleh CV. Jala Asipa, pembangunan jalan penghubung atau jembatan, yang selama ini diharapkan warga kini terwujud, minggu 26/12/2021.

Pembangunan yang di danai oleh APBD tersebut mendapat kendala besar dengan faktor cuaca di penghujung akhir tahun 2021 ini, sehingga menyulitkan pekerja untuk memasang bahan proses persiapan pengecoran dan memastikan tanggul sementara yang di buatnya bisa untuk menahan pengalihan aliran air sungai.

Pembangunan dengan papan pelang bertuliskan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan Dinas PU dan Penataan Ruang, Wujudkan Optimalisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Linkungan swakelola padat karya mandiri ini juga di pusatkan di lintasan air dusun 6 way pekhos jalur menuju pemukiman warga Desa Pematang Tabak.

Terlihat dari pantauan media Lintaspost.com bahan pembangunan pun sesuai dengan spek standar proyek pembangunan Jembatan pada umumnya dengan kisaran dana 185 hingga 200 juta yang sudah di lengkapi dengan peralatan mesin molen mesin penyedot air dan papan pelang pembangunan.

Pengerjaan proyek jembatan di musim penghujan akhir tahun 2021 itupun tak jarang di datangi genangan arus air deras ketika hujan turun, sehingga menghambat dalam proses pemasangan bahan-bahan besi papan cor dan lainnya,
“Ya bang sudah tiga kali ini kami memasang bahan persiapan untuk pengecoran namun hanyut ketika hujan di malam hari, Walaupun sudah di buatkan jalur aliran air sementara, namun tanggul yang kami buat itu tidak bisa menahan kuatnya arus air dan sejauh ini kami masih terus mencoba dalam proses pengerjaan ini”.kata Akbar salah satu pekerja.

Dari hasil keterangan Heri yansyah warga desa setempat yang ikut serta bekerja di lokasi pembangunan itu menjelaskan,
“memang aliran sungai batangan dari gunung raja basa itu bang, lintasan sungai yang menuju ke Desa Kesugihan yang dulu pernah di lewati banjir bandang pada tahun lalu.
Melihat dari faktor alam atau cuaca proses pengerjaan pun harus memakai tenaga ahli”. jelas Heri saat tengah bekerja di lokasi.

Terpisah Edi Hamzah selaku Kepala Desa Pematang juga menaruh khawatir terkait proses pembangunan jembatan itu.

“Pengerjaan jembatan itu memang harus memakai tenaga extra dan tenaga ahli, karena dari warga setempat pun belum tentu bisa mengatasi itu, apalagi di kerjakan di musim hujan seperti ini,

Lanjut Edi maka dari itu besar harapan saya kepada pihak CV.Jala Asipa yang mengerjakan untuk sabar mengahadapi faktor alam dan cuaca buruk Desember ini,

Saya atas nama kepala desa pematang sangat berterima kasih kepada pemkab lampung selatan, Anggota Dewan dan Dinas Terkait yang sudah melebarkan ruang gerak baik pertanian di desa ini dan kelancaran di pemukiman kami.

Terima kasih kepada pemerintah kabupaten Lampung Selatan Bapak Bupati, Anggota Dewan, Dinas Terkait dan Pemerintah Desa pematang yang sudah memberi akses jalan penghubung untuk melancarkan aktifitas warga Desa Pematang”.Tutupnya(*)

Facebook Comments Box