Beranda Bandar Lampung Peringati Hari Kanker Tulang, RSUDAM Lampung Gelar Talk Show

Peringati Hari Kanker Tulang, RSUDAM Lampung Gelar Talk Show

32
0

Lintaspost.com, Bandar Lampung – Dalam rangka Hari Kanker Tulang 11 April 2021, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung gelar talk show Kangker Tulang dengan tema “Yuk, Jaga Kesehatan dengan Pola Hidup Sehat”, Selasa (13/04/2021).

Pihak RSUDAM juga menghadirkan dr. Helmi Ismunandar, Sp. OT. sebagai narasumber dipandu Ns. Dian Novita, M. kep., Sp. KMB.

dr. Helmi Ismunandar, Sp. OT menjelaskan bahwa Kanker dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya bagian menyerang kulit, bagian dalam seperti paru-paru dan usus, dan bagian tulang.

“Tumor yang terbentuk di tulang atau jaringan lunak sekitar tulang ini yang kita sebut kanker tulang atau Sarcoma. Kenapa ini bisa terjadi. Tumor itu biasa ada dua, yang bisa kita ubah dan tidak bisa kita ubah, contohnya kanker paru-paru karena merokok, kita berhenti merokoknya, kalau misalnya kanker kulit karena radiasi matahari, kita hindari paparan sinarnya,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kanker yang tidak bisa diubah dari kanker tulang misalnya faktor genetik atau diturunkan, adanya kanker servik yang menyebar ke tulang, dan penyebab lainnya.

“Diantara gejala yang tampak pada kanker tulang diawal ini, adanya nyeri pada tulang namun tidak ada benjolan,  sakit nyeri akan meningkat pada malam hari, kemudian lama-lama akan timbul benjolan. Untuk mendeteksinya pada awal-awal agak sulit, karena biasanya dapat terdiagnoasa jika sudah membesar,” paparnya.

Menurutnya, hal ini jangan diabaikan, khususnya pada keluarga yang punya sejarah kanker tulang, terutama pengawasan pada anak-anak yang sering beresiko terserang kanker tulang ini. “Jika terjadi nyeri-nyeri dan jika dalam kurun tiga bulan ada terjadi pembengkakan pada area yang nyeri, maka segera diperiksakan ke RSUDAM untuk mengetahui secara dini sehingga dapat diobati segera,” terangnya.

Pada sesi interaktif, salah satu penanya mengatakan punya riwayat tulang retak karena jatuh namun, hingga saat ini masih terasa nyeri, apakah ada resiko kanker tulang. “Hal ini belum ada bukti yang menjelaskan, berkaitan atau karena penyebab lainnya. Jadi jangan menyimpulkan ada tumor karena patah tulang tersebut. Bisa saja karena sudah ada tumornya, sehingga dengan adanya tumor ini tulang menjadi rapuh dan mudah patah tulang. Jadi bukan karena patahnya jadi tumor namun karena memang sudah ada tumornya,” jawabnya.

Kanker tulang ini dominan karena faktor genetik sehingga agak sulit untuk mencegahnya, maka hal yang harus dilakukan adalah deteksi ini seperti yang telah dijelaskan. “Kanker ini genetik jadi agak sulit untuk mencegahnya, jadi cara satu-satunya deteksi dini. Terutama pada anak laki-laki, biasanya pada usia pertumbuhan seperti 2 tahun keatas. Gejalanya diawali dengan nyeri lalu ada benjolan, maka segera periksakan anaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Pemasaran, Pengelolaan pelanggan dan Informasi Publik (PPPIP) RSUDAM Provinsi Lampung, Ratna Dewi Ria menambahkan kegiatan diskusi ini merupakan inisiasi dari kegiatan PPPIP dalam menentukan tema dan hari besar kesehatan nasional maupun internasional.

“Kegiatan diskusi masalah kesehatan ini kita tentukan temanya sesuai dengan hari kesehatan nasional atau internasional. Untuk pembicara kita akan undang langsung Dokter dari RSUDAM Provinsi Lampung sesuai dengan spesialisasinya sesuai dengan tema yang akan dibawakan,” tuturnya.

Facebook Comments Box