Beranda Kota Metro Peringatan Hari Kartini di Kota Metro, Perempuan Bangkit Indonesia Maju

Peringatan Hari Kartini di Kota Metro, Perempuan Bangkit Indonesia Maju

138
0

Lintaspost.com, Kota Metro – Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPA-PPKB) menggelar Peringatan Hari Kartini di Wisma Haji Alkhairiyah pada Senin 29/4/2024.

Wakil Walikota Metro Qomaru Zaman kepada wartawan usai menghadiri acara itu mengatakan, energi era Kartini membawa pengaruh besar untuk keberadaan wanita-wanita Indonesia.

“Apa energi nya ? energi perubahan cara berpikir untuk menghadapi problematika rumah tangga, problematika berbangsa bernegara,” katanya.

Menurutnya jika kartini tidak hadir dizamannya, mau jadi apa wanita sekarang.

“jadi pemikiran beliau, habis gelap terbitlah terang membawa psikologis luar biasa bagi wanita zaman sekarang.”

Berikutnya yang paling utama adalah yang dihadapi para wanita sekarang itu paling tidak konsentrasi penguatan peran dan pungsi nya mereka masing- masing.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPA-PPKB) daerah Kota Metro Wahyu Ningsih mengatakan, acara itu diikuti oleh 24 organisasi wanita dan tadi semua hadir.

Wahyu Ningsih menambahkan, tadi juga sempat diadakan sosialisasi.

“Karena kita sudah kota layak anak, jadi ketika ada kasus-kasus pelecehan, kekerasan terhadap perempuan dan anak itu kita bisa tertanggulangi dengan cepat, karena kita sudah punya Standar Oprasional Prosedur (SOP), kita berharap Kota Metro sebagai kota layak anak terimplementasi benar benar,” ucapnya.

Masih menurut Wahyu Ningsih, sebenarnya dari kementrian PPPA ada program sekolah ramah, kepala sekolah itu sudah seratus persen deklarasi terkait pembulian terhadap anak tapi pembulian itu insidentil, maka kita berkolaborasi dengan dinas pendidikan yang membawahi sekolah-sekolah di kota Metro untuk mensosialisasikan, ujarnya.

“Ketika nanti ada kasus-kasus di sekolah, mereka punya SOP di sekolah itu. Jadi intinya persoalan di sekolah diselesaikan di sekolah, ketika tidak selesai harus cepat ke Polres, intinya adalah kita pembinaan untuk masa depan mereka agar mereka tidak saling membuli,” tutupnya.(feb)

 

Facebook Comments Box